Polres Bantaeng Didesak Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis Dan Pelangsir BBM

  • Bagikan
Foto: Dera Ketua FJRI Bantaeng orasi kecam kekerasan. (Dok: Istimewa).

Ketua FJRI Bantaeng, Dera, menyebut insiden itu bukan sekadar luka fisik. “Ini luka bagi demokrasi. Wartawan punya imunitas. Itu dijamin undang-undang. Ketika jurnalis diserang saat bekerja, maka hak rakyat untuk tahu juga ikut dirampas,” ujarnya dengan nada geram.

Yang membuat darah mendidih, kata Dera, adalah sikap penyidik. Laporan sudah masuk, tapi penanganan disebut-sebut jalan di tempat. Alibi “kurang saksi” dinilai hanya dalih untuk mengulur waktu.

“Jangan sampai ada kesan pelangsir BBM itu kebal hukum. Jangan sampai hukum di Bantaeng bisa dibeli,” tegasnya.

APH PALSU adalah gabungan FJRI, jurnalis independen, Pemuda LIRA Bantaeng, LSM Lantiknal dan LSM Lipan. Mereka membawa spanduk tajam dan 6 tuntutan. Puncaknya: desak usut tuntas, percepat penanganan, dan copot pejabat yang dianggap gagal.

                               
Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan
Home
Search
Lainnya
×