Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan material. Tetapi juga dari kualitas manusia, kekuatan karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.
“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan. Dan berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya,” demikian pesan dalam sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Sulsel.
Pesan tersebut juga menekankan bahwa semangat patriotisme harus diwujudkan melalui kepedulian, sementara kegigihan perlu diimbangi dengan nurani dan kemanusiaan. Sebab, kemajuan yang sesungguhnya adalah kemajuan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Lebih lanjut, generasi muda diajak untuk berani bermimpi, bekerja keras, pantang menyerah, serta terus berkarya bagi bangsa dan negara tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Kepemimpinan tidak hanya menuntut keberanian untuk berdiri di depan, tetapi juga kesediaan untuk melayani dan membantu sesama.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.









